Dalam salah satu kisah hadits, diceritakan ketika Nabi Muhammad SAW berkunjung ke rumah salah satu sahabat dan disuguhi minuman susu. Nabi mengangkat gelas susu itu, mendekatinya ke bibir lalu kemudian menjauhkannya. Nabi melakukan ini hingga tiga kali. Sahabat pun bertanya kenapa Nabi melakukan hal itu. Nabi menjawab bahwa sesungguhnya susu adalah minuman sehat yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Sesungguhnya susu adalah suatu nikmat yang diberikan Allah kepada umat. Dan nikmat Allah adalah salah satu hal yang akan ditanya di sisi Allah nantinya. Keragu-raguan Nabi untuk meminum susu adalah kekhawatiran Nabi akan segala nikmat yang diberikan oleh Allah dan bagaimana beliau memanfaatkan dan mensyukurinya. Apalah artinya nikmat ini jika tidak bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan digunakan untuk beribadah...Subhanallah... Kalau Muhammad SAW, out beloved prophet yang menjadi manusia pilihan Allah saja begitu tergetar hatinya oleh nikmat yang diberikan Allah, maka saya pun seharusnya bisa merasakan hal yang sama. Bukannya terlena dan mabuk oleh kenikmatan Allah, Habibillah justru ragu dan takut telah menyia-nyiakan kenikmatan menjadi tak berpahala di sisi Allah. Sungguh mulia pemikiran dan perasaan Rasulullah. Semoga saya bisa mendalami dan melakoninya seperti beliau. Dan yang terpenting adalah mampu mensyukuri dan memanfaatkan nikmat Allah menjadi ibadah berpahala di sisiNya kelak... Amien Ya Rabb!
No comments:
Post a Comment